Salah satu objek wisata di rembang yang wajib dikunjungi ketika ke rembang, di dalamnya ada jangkar dampo awang sebagai ikon kota rembang. 
Amazing sekali tempatnya saya datang ke Taman Kartini bersamaan dengan suasananya alami lagi dan di penuhi dengan permainan. 
Di sini kondisi yang sama saya dapati di pantai kartini. Bayangkan satwa yang ada di taman ini dikurung di kandang yang jenes dan  terlihat ada makanan di sana. 
Saat saya berkunjung bangau tong-tong itu menghampiri saya dengan mematuk kawat kurungan meminta makan lucu sekali kalau bawa anak-anak. 
Peremajaan sedang dilakukan oleh pihak pengelola di taman kartini rembang. Salah satu ikon wisata di kabupaten rembang yang terdapat di pusat kota. Mudah dijangkau dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.
Alangkah baiknya jika fasilitas yg disediakan pun lebih ditingkatkan. Segera dibenahi taman kartini rembang ini agar dapat menarik wisatawan lebih banyak. 
Tiket cukup murah. Ada kolam renang untuk olahraga dan bermain. Tempat parkir luas. Banyak pohon rindang. Arena bermain anak juga lumayan. Juga ada kebun binatang mini yang sangat terawat. 
Dulu namanya Pantai Kartini, namun sejak beberapa tahun lalu berganti nama menjadi Dampo Awang beach. Sebetulnya pantainya indah, hanya saja banyak sampah.
Dan tiap ke sana selalu ada acara dangdutan, atau acara sedekah laut, malah jadi kurang nyaman untuk santai bersama keluarga, terutama yang masih memiliki Anak-anak kecil tapi gak apa-apa namanya juga tempat umum. 
kemungkinan gedung ini dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendels (1808-1811) yang terkenal sebagai pemrakarsa pembangunan jalan Anyer Panarukan itu. Kabupaten Rembang merupakan salah satu kota yang dilintasi jalan tersebut.
Sejak 1945, gedung ini dimanfaatkan oleh jemaat umat Kristen Protestan untuk beribadah. Namun karena semakin lama jemaatnya berkurang, gedung tersebut selanjutnya difungsikan sebagai taman bacaan dan perpustakaan pemerintah daerah. 
Pada akhir 2001, atap bangunan tersebut roboh. Yang tersisa hanya tiang penyangga dan temboknya. 
Melihat kondisi gedung bersejarah tersebut rusak parah, Pemkab melakukan berbagai upaya agar bangunan tersebut dapat berdiri kembali. 
Setelah dilakukan renovasi, gedung tersebut oleh Pemkab selanjutnya akan digunakan sebagai gedung pertemuan dan pusat promosi dan pengembangan wisata kota penghasil garam ini. 
Jika dilihat perkembangannya, Taman Rekreasi Pantai Dampo Awang ini sudah mengalami beberapa kali renovasi. Yakni, pada 1979 di tempat wisata tersebut dibangun sarana bermain anak-anak.
Selanjutnya pada 1992 diadakan penataan lagi dengan menambah fasilitas seperti gardu pandang dan pembangunan talud pantai untuk menarik minat pengunjung atau wisatawan. 
(Pantai Dampo Awang) Adalah sebuah taman dan pantai yang terletak di Kota Rembang, tepat di sisi utara jalur pantura. Sebelum pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta. 
“Dampo Awang Beach” atau nama lamanya Taman Rekreasi Pantai Kartini (TPRK) adalah salah satu tempat tujuan wisata yang berlokasi di Kabupaten Rembang yang sudah dikenal oleh masyarakat di wilayah ini dan daerah-daerah sekitarnya sejak zaman penjajahan Belanda.
Pada zaman kolonial Belanda, taman itu di samping digunakan sebagai tempat rekreasi juga digunakan untuk mengawasi lalu lintas laut di sekitar perairan Rembang. 
Di tempat itu terdapat bangunan kuno yang diperkirakan sebagai tempat pertemuan dan pesta orang-orang Belanda. 
Menurut informasi dari Dinas Pariwisata Rembang, di atap bangunan ini pernah ditemukan tulisan angka tahun pembuatan gedung tersebut, yakni tahun 1811. 
Seandainya hal ini benar maka kemungkinan gedung ini dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendels. 
Tempat nyaman,anda akan disuguhi pemandangan laut yang sangat luas, sejauh mata memandang, tetapi tidak bisa bermain ditepi pantai dengan pasir, karena airnya keruh.
Tempat bermain untuk anak-anak cukup banyak. Kalau soal tempat untuk parkir mobil dan sepeda motor sangat luas ditambah tempat parkir yang diluar area taman. Tidak perlu takut kelaparan karena di dalam banyan penjual kuliner.
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *