Situs Candi Kayen bersama pemasan Jam Kembar Ki Ageng Darmoyono diperkirakan berasal sekuat abad VII XI M. 

Sebuah candi bata khas candi di daerah yang jauh dari gunung. Berada di Ds. Mbulloh Kayen Pati Jawa Tengah. 

Candi yang cukup unik dengan bangunan dari bata merah. entah bagaimana perkembangan penelitian tentang candi ini. 
Berawal dari hasil peninjauan yang dilakukan ole Balai Arkeologi Yogyakarta (BALAR Yogyakarta) pada tanggal 4 Mei 2011 di Dusun Miyono (Mbuloh), Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 
Tim ini berhasil mengidentifikasikan beberapa temuan Benda Cagar Budaya (BCB) yaitu di antaranya struktur bata yang masih intact, arca serta beberapa artefak dari logam dan keramik. 
Kondisi lingkungan Situs Kayen cukup subur dengan didukung keberadaan Sungai Sombron yang berhulu di Pegunungan kendeng dan bermuara di Sungai Tanjang. 
Sebenarnya temuan di Situs Kayen ini sudah dijumpai pada bulan agustus 2010, ketika penduduk setempat berniat membangun mushola di sebelah barat makam Ki Gede Miyono menemukan bata-bata kuna yang berukuran besar. 
Pembangunan mushola ini bertujuan diperuntukkan tempat ibadah bagi para peziarah makam Ki Gede Miyono. Oleh penduduk setempat, beberapa bata kuna tersebut dimanfaatkan untuk membangun Makam Ki Gede Miyono. 
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Disbudpora Kabupaten Pati berkoordinasi dengan BP3 Jawa Tengah untuk mengidentifikasikan temuan tersebut. 
Candi yang penuh dengan kode-kode rahasia menunggu kita untuk membuka kebenaran sejarah Mbah Khianut. 
Selain jejak Candi. Dua pohon jati yang sangat purba memunculkan seratus pertanyaan misterius dengan beribu-ribu jawaban dengan berbagai relatifltasnya. 
Bangunanya sudah rusak patung peninggalanya di pindah ke kantor dinas kebudayaan tempatnya sepi kurang terawat akses jalan rusak tidak begitu jauh dari jalan raya dekat dengan makam syeh jangkung (saridin). 
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *