Dalam polo air terdapat dua macam latihan teknik, yaitu latihan teknik renang polo air dan latihan teknik dengan bola. 
Dalam teknik renang polo air, pada semua orang harus menguasai beberapa teknik gaya renang antara lain gaya bebas, gaya samping, gaya dada, gaya punggung, injak-injak air, dan loncat-loncat di air. 
cara-bermain-polo-air

cara bermain polo air

Namun dalam artikel ini admin akan membahas Urutan-urutan tekniknya: Dalam polo air terdapat dua macam latihan teknik Teknik Dasar Bermain Polo Air Bagi Pemula. 

Peraturan 

Permulaan Permainan Pada awal setiap babak, para pemain yang mengambil posisi pada garis gawangnya masing-masing dengan jarak kira-kira satu meter antara pemain satu dengan lainnya dan bawah satu dari tiang gawang. Lebih dari dua pemain di antara tiang gawang tidak peduli. 

Jika regu kedua siap, wasit membunyikan peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan, selanjutnya dilakukan pelemparan bola ke tengah-tengah lapangan permainan. 

Jika terjadi gol, yang regu kalah Akan memulai kembali permainan dan semua pemain harus mengambil posisi di daerah sendiri, di belakang garis tengah. 

Seorang pemain regu harus memulai kembali permainan dengan mengambil tempat di tengah-tengah lapangan permainan. 

Ketika ada tanda wasit dan setelah bola dilemparkan oleh wasit, ia harus memulai permainan dengan pemain lain yang berada di belakang garis tengah pada waktu ia menerima bola itu. Permulaan yang salah harus diulangi Kembali. 

Bola masuk (skor) 

Gol Bola dinyatakan masuk, jika bola masuk ke seluruh bagian lingkaran garis gawang di antara tiang gawang dan mistar gawang. 

Gol dapat diciptakan dengan menggunakan semua anggota tubuh, kecuali dengan tangan yang terkepal, asal ketika permulaan bola tersebut telah dimainkan oleh dua orang pemain atau lebih. 

Gol dapat diciptakan oleh setiap anggota regu dan di mana pun di ruang lapangan permainan.

Lemparan bola

Lemparan Gawang, Wasit harus membunyikan peluit segera setelah bola melewati garis gawang. 

Jika seluruh bagian lingkaran garis gawang tetapi tidak masuk di antara terakhir mistar gawang, dan bola disentuh oleh regu penyerang. 

Maka lemparan gawang diberikan kepada penjaga gawang yang mempertahankan gawangnya.

Lemparan sudut 

Lemparan Sudut / Penjuru Lemparan penjuru akan dilakukan, jika terjadi hal berikut. 

  • Bola melewati garis gawang, di antara kedua garis gawang yang terakhir disentuh oleh pemain bertahan. 
  • Seorang penjaga gawang pada waktu melakukan lemparan bebas atau lemparan gawang, sebelum bola itu disentuh oleh pemain-pemain lainnya mengambilnya kembali dan masuk ke dalam gawang. 
  • Pemain melakukan suatu lemparan bebas, mengoperkan bola itu kepada penjaga gawang sendiri dan sebelum pemain lainnya menyentuhnya. 

Lemparan Bebas

Lemparan bebas dapat dilakukan jika ada kejadian kesalahan. Seorang pemain yang mendapatkan lemparan bebas dapat dengan langsung mengoperkan bola kepada kawan atau dengan menggiring lebih dahulu baru mengoperkan nya. 

Bola dari lemparan bebas dapat ditembakkan ke gawang, setelah disentuh oleh seorang pemain atau lawan dan garis gawang di antara kedua tiang gawang. 

Salah satu pilihan ada dua macam, kesalahan kesalahan dan kesalahan berat. Mengukur biasa-nya lemparan bebas, kesalahan berat pada lemparan (adu adu penalti). 

Lemparan Netral 

Lemparan netral yang diberikan wasit jika pemain-pemain melakukan pendahuluan secara bersamaan sehingga wasit tidak dapat menentukan pemain mana yang melakukan kesalahan.

Lemparan Wasit 

ketentuan mengenai lemparan yang dilakukan oleh wasit: 

  • Permainan Harus berubah jika Ada pemain yang sakit. 
  • Terjadi Kecelakaan, atau jika ada orang yang membawa atau lebih, dari yang regu berlawanan dalam prinsip waktu sama membuat kesalahan. 
  • Bola yang dilemparkan Wasit Harus rupa sehingga Pemain-Pemain dari kedua regu itu mempunyai kesempatan yang sama untuk meninjau mencapai bola itu. 

Jika lemparan wasit itu bolanya jatuh di udara dan menguntungkan salah satu regu, lemparan harus diulang. 

Bola Keluar Bola Keluar Lapangan Permainan, Jika bola melewati salah Satu Garis Sisi Lapangan. Tindakan selanjutnya adalah melakukan lemparan bebas. 

Lemparan bebas akan diberikan dengan pemain regu lawannya yang terdekat pada tempat bola itu meninggalkan lapangan permainan. 

Pelanggaran Biasa

Berikut ini beberapa contoh kejadian-kejadian yang menunjukkan pelanggaran biasa. 

  • Ikut serta dengan aktif dalam pertandingan ketika berdiri pada dasar kolam. 
  • Berjalan pada dasar kolam pada waktu pertandingan berlangsung. 
  • Memasukkan atau menahan bola ke bawah permukaan udara ketika diserang. 
  • Memegang bola dengan kedua tangan pada waktu yang bersamaan. 
  • Mendorong atau bertolak seorang lawan. Membuang waktu. 

Melakukan lemparan pinalti lain yang ditetapkan dari Menunda-nunda saat melakukan suatu lemparan bebas, lemparan gawang, atau lemparan sudut. 

Pelanggaran Berat

Seorang pemain pemain telah melakukan berat jika melakukan hal-hal berikut ini: 

  • Memegang, menenggelamkan, atau menarik ke belakang seorang pemain lawan yang tidak memegang bola. 
  • Menyepak / menendang lawan memukul untuk membuat gerakan yang mengarah ke perbuatan demikian. 
  • Membuat kesalahan di daerah yang empat meter kalau terjadi mungkin gol yang tercipta. 
  • Menunjukkan sikap kelompok pada petugas. 
  • Melakukan tindakan yang kasar atau brutal terhadap pemain lawan atau petugas. 

Lemparan bebas harus diberikan pada lawan regu, sedangkan pemain yang harus dikeluarkan untuk sisa waktu pertandingan dan tidak boleh diganti. 

Mengganggu dalam pengambilan suatu lemparan bebas, lemparan sudut, lemparan gawang, atau lemparan pinalti. 

Pelanggaran Perorangan 

Seorang Pemain yang melakukan berat di mana saja di lapangan permainan akan diberikan suatu perorangan. 

Jika pemain itu diberikan tiga kali pemberian perorangan, maka ia harus dikeluarkan dari sisa waktu pertandingan. 

Pemain penggantinya dapat masuk dari garis gawangnya dari Tempat yang terdekat dengan pengawas Gawang penghasilan Waktu pengeluaran ada Berakhir. 

Jika suatu yang diberikan sebuah prinsip strategi yang diberikan, maka pemain penggantinya harus segera masuk sebelum lemparan pinalti dilaksanakan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *